Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan


Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sekda Touna Launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Ratolindo Uentanaga Atas

Sabtu, 13 September 2025 | September 13, 2025 WIB Last Updated 2025-10-15T12:01:21Z

 


TOUNA - Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una-Una, Alfian Matajeng resmi launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ratolindo Uentanaga Atas Yayasan Pendidikan Hidayatul Khairaat, Sabtu (13/9/2025).


Launching SPPG Ratolindo Uentanaga Atas Yayasan Pendidikan Hidayatul Khairaat, ditandai dengan Pengguntingan Pita oleh Sekda Alfian Matajeng yang disaksikan Unsur Forkopimda, Pimpinan Vertikal, Kepala Puskesmas Ampana Timur serta tamu undangan lainnya.


Dalam sambutannya, Sekda Alfian Matajeng menyampaikan atas nama Pemerintah Daerah, menyambut baik, mengapresiasi, dan mendukung sepenuhnya inisiatif ini, sebagai salah satu langkah strategis untuk mendukung kebijakan Pemerintah Pusat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi prioritas Nasional.


"Program MBG bukanlah sekedar pembagian makanan di sekolah. Ia adalah komitmen bangsa untuk memutus rantai stunting, meningkatkan daya tahan tubuh siswa, dan membangun SDM yang kuat, cerdas, dan berkarakter," ujar Sekda Alfian.


Oleh karena itu, kata Alfian, peluncuran SPPG ini bukan hanya menandai sebuah kegiatan formal, namun merupakan simbol tekad bersama untuk menyediakan akses pangan bergizi yang berkelanjutan bagi anak-anak sekolah di daerah kita, khususnya di kecamatan Ratolindo dan Kecamatan Ampana Kota.


"Kita sadari bersama, bahwa masalah gizi masih menjadi tantangan di banyak wilayah, termasuk di Tojo Una-Una. Angka Stunting, Kurang Energi Kronis (KEK), dan anemia masih menjadi isu serius yang membutuhkan penanganan terpadu," katanya.


Untuk itu, sebut Alfian, pembentukan Sentra Penyediaan Pangan Gizi merupakan salah satu solusi yang nyata. Melalui SPPG Ini, kita membangun rantai nilai lokal dari pertanian, perikanan, sampai pengolahan makanan, sehingga memberikan dampak ganda bagi ekonomi masyarakat.


"Lebih dari itu, SPPG juga berperan sebagai sentra edukasi, tempat di mana kita dapat memberikan penyuluhan gizi kepada siswa, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar, sehingga terbentuk kesadaran gizi yang komprehensif," sebutnya.


Alfian mengajak semua pihak untuk memandang program ini sebagai investasi jangka panjang. Investasi dalam bentuk peningkatan kualitas SDM, yang kelak menjadi fondasi kemajuan daerah kita.


"Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Program MBG adalah bagian dari transformasi pendidikan nasional. Ia tidak terpisah dari upaya membangun lingkungan belajar yang nyaman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal," terangnya.


Alfian menegaskan, Kabupaten Tojo Una-Una mendukung sepenuhnya program ini. Melalui dukungan kebijakan, penganggaran, dan sinkronisasi lintas sektoral, kita berusaha menjadikan MBG sebagai program yang berjalan baik di semua sekolah, baik negeri maupun swasta.


"Saya juga memberikan apresiasi kepada (SPPG) Ratolindo Uentanaga Atas Yayasan Pendidikan Hidayatul Khairaat yang telah menjadi pionir dalam mendorong keterlibatan swasta dan Lembaga Non Pemerintah dalam pelaksanaan program MBG," ucapnya.


Lanjut kata Alfian, peran aktif lembaga pendidikan seperti ini merupakan contoh nyata kolaborasi multi pihak. Karena memang, tantangan gizi dan kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh Pemerintah sendiri. Kita membutuhkan peran serta semua elemen.


"Kedepan, saya berharap agar model SPPG ini dapat direplikasi di Kecamatan lain. Kita dorong setiap wilayah membentuk sentra serupa dengan pendekatan yang berbasis komunitas, melibatkan UMKM lokal, dan memanfaatkan potensi desa. Pengawasan juga perlu diperketat. Kita tidak boleh berkompromi dalam hal kualitas makanan. anak-anak kita layak mendapatkan yang terbaik," lanjutnya.

   

Alfian menambahkan, mengingatkan bahwa makanan bergizi hanyalah salah satu komponen. Kita harus memastikan lingkungan belajar yang mendukung, air bersih, jamban sehat, kegiatan fisik, dan edukasi gaya hidup sehat. 


"Kita juga perlu mendorong partisipasi orang tua. Program MBG akan lebih efektif jika dilengkapi dengan pola makan sehat di rumah. Untuk itu, peran Kader Posyandu, Guru, dan Petugas Puskesmas sangatlah vital. Kita perlu membangun sinergi yang kuat di tingkat akar rumput," tambahnya.


"Kabupaten Tojo Una-Una Berkomitmen untuk menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari gerakan bersama. Karena saya percaya bahwa melalui kebersamaan, gotong royong, dan semangat posintuvu, Program MBG ini akan berjalan sukses dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi generasi muda kita," pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update